Hasil Pencarian Iklan GAJI BULANAN TIDAK CUKUP
Di bawah ini adalah daftar hasil pencarian iklan baris sesuai dengan kata kunci yang Anda gunakan (GAJI BULANAN TIDAK CUKUP). Klik pada judul iklan untuk membaca detil iklan yang bersangkutan.
Mencari Pahala Lewat Bisnis Bengkel
(Tulisan Willy F-16 Dreeskandar, dimuat di Majalah “Franchise”, edisi April 2009)
MENCARI PAHALA
“Kalo gue mau gampang, gue bikin kos-kosan aja. Nggak pusing, pasti laku. Tapi hasilnya yang makan cuma perut gw sendiri. Tapi kalo usaha bengkel begini, itung-itung kan gue ngasih makan berapa orang. Apalagi kalo dia punya anak-istri. Insyaallah ini berpahala buat modal di akhirat,” begitu kata Suhedi.
Usaha franchise bengkel yang diambil Suhedi merupakan usaha sambilan. Saat ini pria keturunan Betawi-Cina ini masih aktif menjadi seorang akuntan di instansi pemerintahan, punya jabatan dan posisi penting. Ditilik penghasilannya, tentu sangat dia berkecukupan.
“Gue pikir emang udah saatnya gw mikirin orang lain. Minimal bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Ya sekalian nyari pahala deh. Dan gue ngerasa kebantu dengan adanya franchise. Makanya gue ambil franchise bengkel ini. Sistemnya udah ada, tinggal ngejalanin aja. Jadi gue bisa fokus memotivasi anak buah,” ujar ayah 2 anak ini.
Perubahan Zaman
Suhedi tidak sendirian. Ada banyak Suhedi-Suhedi yang lain. Alasan pun berragam untuk membuka usaha sambilan, franchise maupun kemitraan. Dari alasan yang ‘kepepet’ karena terkena PHK, bosan menjadi pegawai, atau yang seperti Suhedi yang berbau-bau ‘masa depan’.
Zaman seperti sekarang ini, enterprener seperti Suhedi sangat banyak diperlukan. Segalanya dituntut lebih cepat, efisien, mudah dan murah. Dalam dunia bisnis, ternyata hal ini mengakibatkan dampak konsekuensi, yang paling utama dan dirasakan adalah pengurangan karyawan. Caranya, selain pemutusan hubungan kerja, sampai program pendi alias pensiun dini.
Di bisnis percetakan dan penerbitan misalnya. Kalau dulu, sebelum dicetak, materi artikel dan foto harus dibuatkan film, separasi warna dan contoh cetak. Karena belum ada teknologi jaringan koneksi elektronik terpadu, maka diperlukan tenaga office boy untuk membawa materi artikel dan foto dari redaksi ke ke divisi pracetak. Setelah selesai urusan di pracetak, film separasi warna dan contoh cetak harus dibawa naik motor ke percetakan. Lagi-lagi diperlukan tenaga ojek untuk mengantarnya, oh ya, juga sebuah motor dan bensinnya. Sekarang itu semua tidak diperlukan lagi. Sistemnya sudah cetak jarak jauh menggunakan sistem telekomunikasi canggih. Akibatnya, tidak diperlukan lagi tenaga kerja untuk membuat film separasi, contoh cetak, office boy, ojek dan juga sekian banyak karyawan di percetakan.
Di divisi ‘nyawanya’ usaha penerbitan, yang dikenal sebagai redaksi, pun mengalamai perubahan zaman. Lambat atau cepat, format keredaksian semua media akan seperti majalah National Geografi. Penulis NG ada di seluruh pelosok dunia. Mereka bukan karyawan tetap tapi outsourcing, sehingga NG tak perlu membayar gaji bulanan, tunjangan dan sebagainya. Mereka dibayar berdasarkan terbitan tulisan atau riset yang dilakukan.
Bagi perusahaan, pengurangan karyawan sekian banyak ini adalah sebuah langkah efisiensi. Selain pengurangan nominal gaji, juga tunjangan-tunjangan kesehatan, keluarga, pendidikan, bonus hari raya, tahun baru dan sebagainya. Walaupun awalnya perusahaan harus membayar pesangon dan sebagainya dalam jumlah total nominal yang besar, tapi itu hanya dilakukan sekali saja. Grafik laba-rugi perusahaan tahun itu mungkin menukik, tapi tahun depan dan berikutnya pasti meningkat tajam.
Syukur-syukur sih, seandainya kita pensiun dini atau mengundurkan diri, posisi jabatan kita dahulu masih tetap ada. Sehingga bakal ada orang lain yang menggantikan posisi kita. Andai begitu, ambillah sisi positifnya, bahwa kita memberi kesempatan pada orang lain untuk berkarir dan berkembang. Atau jika perusahaan kita dulu itu tidak melakukan pengurangan karyawan, berarti kita memberi kesempatan lapangan pekerjaan pada orang lain di perusahaan itu. Berpikir positif seperti ini acap diajarkan oleh para motivator dan buku-buku mengenai usaha wiraswasta.
Dua Pahala Sekaligus
Ada orang berpendapat, jika kita punya usaha sendiri, maka jalan hidup kita 100% menjadi milik kita. Suhedi punya pendapat lain, “Sekarang gue ngejalanin dua profesi. Sebagai karyawan pemerintah, gue mendapatkan pengalaman organisasi dan manajemen, sekaligus mengabdi dan membuktikan di negara ini masih banyak orang benernya. Sebagai pemilik bengkel sendiri, gue berbagi pengalaman, ilmu dan rejeki sama orang.”
Dengan membuka usaha sendiri, ada dua manfaat yang didapat. Pertama kita bisa menghidupi diri sendiri dan tidak membebani orang lain. Kedua, pada saat yang sama, kita menciptakan lapangan pekerjaan dan menghidupi orang lain. “Wah, kalo begitu dapat dua pahala sekaligus dong. Amin… Amin…,” ujar kawan kita ini lagi.
Ada benarnya pendapat Suhedi. Menurut franchisor bengkel yang dia ambil, minimal sebulan ada 1 atau 2 bengkel yang launching. Itu baru dari satu brand franchise saja, belum brand-brand yang lain. Taruhlah di setiap bengkel tersebut merekrut 5 karyawan. Berarti dalam setahun minimal ada 12 bengkel baru buka dan 60 lapangan pekerjaan. Jika seluruh karyawan tersebut berkeluarga dengan satu istri dan satu anak, artinya ada 180 orang yang dihidupi.
Niat Suhedi untuk ‘memberi makan orang lain’ ternyata tidak hanya berlaku sebatas karyawan di bengkelnya saja. Di luar itu, banyak yang ikut ketiban pulung. Misalnya, bengkel las yang dulunya hanya menerima order bikin pagar, sekarang sudah bisa dikasih kepercayaan modifikasi sasis motor. Bengkel bubut yang awalnya hanya bisa memproduksi alat-alat produksi pabrik, kini jadi partner untuk bikin adaptor cakram rem, modifikasi velg lebar dan sebagainya.
“Nih tukang setel velg sebelah, dulu cuma ngelayanin roda sepeda sama becak. Wah, sekarang udah jago nyetel velg motor. Malah gw minta modif velg motor yang aslinya cuma berjari-jari 36 batang jadi 72 batang. Velg jari-jari 72 sekarang lagi trend di kalangan bikers. Nggak yang muda nggak yang tua, semua gandrung fashion begini. Gw ngemodif gaya begini bisa 3 motor seminggu. Lumayanlah, gw sama dia sama-sama dapat rejeki,” katanya lagi.
“Kata orang bijak, ada 2 hal yang pasti terjadi di dunia, yaitu kelahiran dan kematian. Pertanyaannya, bukan kenapa kita lahir atau kenapa kita mati. Tapi antara lahir dan mati kita ngapain aja, itu yang akan ditanya di akhirat nanti. Nah, semoga dengan gw ngambil franchise bengkel ini gw bisa menjawab pertanyaan itu kelak,” tutup Suhedi. F-16
FOTO :
- Scan majalah Franchise, “Mencari Pahala”
F-16 Motor: Jl. Ciledug Raya, no. 16
Ciledug, Tangerang
Telp : 021 – 73 44 66 78, 021 – 329 00 633
Email: f16motor@rocketmail.com
Bukan suatu hal yang muluk bila kita mengharapkan mendapat uang tambahan di luar pekerjaan utama kita. Apalagi hanya dengan Rp. 80.000,- kita bisa mendapatkan uang tambahan melebihi gaji bulanan kita, dengan kerja santai (bisa di rumah bisa juga menggunakan waktu luang di kantor) tidak lebih dari 1 jam sehari…mmmm…cukup menjanjikan…..